lendangmukminah

Just another WordPress.com site

Pakan Alternatif Itik

Pakan Alternatif Itik

Pemilihan Ketua KPTU NTB

Pemilihan Pengurus KPTU NTB

Pembina Kelompok Ternak Punik Bambang yang juga sebagi pendistributor DOD dan DOC Ahmad Subli Terpilih Menjadi Ketua Komunitas Pengusaha Ternak Unggas Propinsi NTB. Pembentukan KPTU diselenggarakan dengan tujuan agar mampu menjadi media informasi dan pembinaan bagi sektor peternakan d NTB khususnya Unggas.

Pembentukan  pengurus KPTU diselenggarakan di Hotel Arum Jaya yag dirangkaikan dengan acara pertemuan Pengawalan Peternak Unggas Jum’at tanggal 13 April 2012 kemarin, pemilihan pengurus KPTU disaksikan oleh seluruh stake holder peternakan di NTB yang dipasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Susuna Pengurus KPTU NTB

PEMBINA : BONO MARYADI

  1. Ketua : AHMAD SUBLI Tempat/Tanggal Lahir : Kemong, 9/12/1986 Alamat Sikur Kabupaten Lombok Timur
  2. Sekretaris : HADI PULYANDI Tempat/Tanggal Lahir : Loteng, 31/12/1985 Alamat Tanak Beak Kabupaten Lombok Tengah
  3. Bendahara : H. JARKASI

Pertemuan Pengwalan Ternak Unggas

Kelompok Ternak Punik Bambang menghadiri acara pembekalan berupa pelatihan pengembangan ternak unggas yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Barat yang melibatkan pakar-pakar ternak dari Universitas Mataram yang dilaksanakan d Hotel Arum Jaya Mataram, acara tersebut dihadiri oleh semua stake holder dibidang peternakan baik breader,pengusaha pakan dan Distributor DOD dan DOC dan tentunya semua kelompok ternak yang mendapat bantuan Dana Bansos.

Acara berlangsung dengan lancar dan sangat membuka ruang bagi semua hadirin yang hadir dalam upaya mengembangkan sektor peternakan ke depan khususnya di NTB, pembicara pertama memaparkan potensi dan cara pemeliharaan itik yang baik dan menguntungkan dengan pola sederhana namun hasilnya luar biasa bisa menigkatkan perekonomian dan tentunya bisa membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat. Kemudian pembicara kedua menitik beratkan pada unggas ayam yang tentunya tidak kalah potensi dengan itik, dan pembicara lebih mengutamakan pada pengembangan ayam kampung yang hampir akan punah, pembicara memaparkan sesungguhnya ayam kampung pasarnya lebih menjanjikan dibanding dengan ayam lainnya.

Kemudian pada kesempatan tersebut Ahmad Subli yang selalu ditributor DOD dan DOC juga memaparkan kesipannya dalam mensuplay segala jenis Bibit unggas utnuk kebutuhan para peternak dan Para Pengusaha Pakan juga siap menyuplai segala jenis pakan yang dibutuhkan untuk pemeliharaan unggas.

Punik Bambang Dianugrahi Bansos Tahun 2012

Workshop Bansos

Kelempok Ternak Itik Punik Bambang pada hari ini Selasa tanggal 10 April 2012, telah melaksanakan Workshop dan penanda tanganan berita acara kesepakatan kerjasama mengelola Dana Bantuan Sosial dari pemerintah berupa Bantuan Dana Penguatan Modal Usaha Kelompok yang berjumlah Rp. 150.000.000,-. Pemerintah berharap dengan bantuan dana ini Kelompok Ternak Itik Punik Bambang yang  dimotori oleh Zulkarnain dapat mengembangkan usaha di bidang peternakan unggas yang akhirnya mampu membangun  dan mengembangkan ekonomi kelompok.

Pada saat yang sama Zulkarnain selaku ketua kelompok menambahkan  kesiapannya mengelola dana tersebut dengan sungguh-sungguh, dan akan berupaya untuk selalu menigkatkan usaha kelompoknya.  Dan termin pertama yang berjumlah sekitar Rp. 60.000.000 akan dia gunakan untuk pengadaan ternak dan merehap kandang itik milik kelompoknya. Dan untuk masalah penyedian ternak beliau sudah menggandeng pihak mintra dalam hal ini mempercayakan pada UD. MELZIA baik untuk pengadaan  itik Dara maupun  DOD karena untuk saat ini UD.MELZIA satu-satunya yg bisa mengirim ternak unggas khususnya itik ke daerah NTB dan ketersediaan jenis itik baik Alabio,Mojosari, Khaki Chambel dan lain-lain.

Sekedar Ngiklan Dikiiiit aja :

Sudah tersedia itik jenis khaki chambel dalam jumlah banyak, bagi yang membutuhkan itik berkualitas silahkan hubungi 081916806020  (udmelzia.doc)

BPTU PELAIHARI KUNJUNGI KT”PUNIK BAMBANG”

Kunjungan Kepala BPTU-KDI Pelaihari

 

Lombok Timur 27 September 2011 Kelompok Ternak”Punik Bambang” dikunjungi oleh Drh. Putut Budiono SBP Kepala BPTU KDI Pelaihari ( Balai Pembibitan Ternak Unggas ) Kambing Domba Itik Kalimantan Selatan. Ahmad Subli selaku Ketua Kelompok yang sekaligus pemilik UD.Melzia yang merupakan satu-satunya UD yang saat ini memiliki izin resmi mengeluarkan dan memasukkan ternak di NTB mengaku bangga telah dikunjungi Kepala Balai tersebut, hal ini merupakan cermin kemajuan dari usaha yang sedang Subli geluti, dalam kunjungan tersebut Drh. Putut Budiono SBP memberikan arahan dan motifasi untuk perkembangan Kelompok Ternak Itik PUNIK BAMBANG dalam upaya merubah kwalitas ternak itik yang ada di NTB sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di NTB karena tidak dipungkiri pertanian dan peternakan merupakan ujung tombak dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khusnya para peternak. Subli bertekat akan terus berupaya untuk melestarikan dan mengmbangkan usaha peternkan itik di NTB.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga dari Pemprov NTB, Nur begitu panggilan akrabnya menyampaikan kebanggaanya atas apa yang sedang Punik Bambang kembangkan dan berjanji akan membantu dalam hal perkembangan usaha kelompok agar bisa berkembang lebih cepat, karena menurut Nur Peternakan merupakan salah satu program yang harus dikembangkan saat ini di NTB, dalam hal ini Punik Bambang layak untuk dijadikan pailot projeck untuk pengemabangan ternak itik berkwalitas.

Kemudian Subli menambahkan bagi kelompok masyarakat atau perorangan yang berniat mengembangkat dan mengeluti usaha peternakan itik dan menjadi kelompok binaan KT”Punik Bambang” untuk segera menghubungi bagian penyuluhan dan konseling KT”LM” atau ke nomor hp 081916806020, dan pada bulan November akan ada pengiriman Bibit Itik ( DOD ) yang sementara masih dikirimkan oleh BPTU Pelaihari yaitu jenisa MA ( Final Stock ) dan Parent Stock sejumlah 6000 ekor bagi masyarakat yang berniat memelihara itik supaya melakukan pemesanan ke nomor KT”PB” atau via e-mail ke lendangmukminah@yahoo.com.

Alamat : Punik Desa Sikur Selatan Kecamatan Sikut Kabupaten Lombok  Timur NTB

ITIK MA (RAJA &RATU)

Puluhan tahun lamanya popularitas itik alabio sebagai petelur unggul tak tergoyahkan. Maklum, itik yang satu ini rata-rata produksi telurnya 230 butir/tahun (62,8%). Namun, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, berhasil mengembangkan itik MA-2000 yang produktivitasnya lebih tinggi. Rata-rata produksi telur dalam setahun 261 butir/ekor (71,5%).

Produktivitas itu memang masih lebih rendah dibanding CV-2000 INA yang sempat populer di akhir 90-an.

CV-2000 menghasilkan 275 butir/ekor/tahun. Namun, itik MA-2000 memiliki kelebihan: kerabang telur hijau kebiruan; CV-2000 berwarna putih. Konsumen dalam negeri menyukai telur berkerabang hijau.

Berkat keistimewaan itu, para peternak menjuluki betina MA-2000 sebagai itik ratu. Sang ratu lahir dari persilangan alabio dan itik mojosari terpilih. ‘Parent stocknya berasal dari itik mojosari dan alabio yang telah diseleksi selama 5 generasi sejak 2000,’ ujar Dr L Hardi Prasetyo, peneliti itik ratu dari Balitnak.

Maklum meski itik alabio adalah penghasil telur yang andal, tingkat keragaman produksinya cukup tinggi. Dalam 1 populasi ada kemungkinan 22-53% di antaranya berproduksi rendah. Oleh sebab itu, seleksi dilakukan agar itik yang dijadikan indukan memiliki gen penghasil telur dengan produktivitas tinggi.

Dengan sifat-sifat unggul yang diturunkan induknya, wajar jika itik ratu bisa menghasilkan lebih banyak telur. Produktivitasnya pun cukup seragam. Pada puncak produksi, di minggu ke-16, itik yang bertelur mencapai 93,7%. Selain itu, itik ratu mulai bertelur umur 4,5-5 bulan, lebih cepat 2 minggu dibanding alabio dan 3 minggu dibanding mojosari. Semua keunggulan itu terjadi jika itik yang disilangkan adalah jantan mojosari dan betina alabio. Kombinasi sebaliknya, produktivitasnya lebih rendah.

Intensif

Kehadiran itik ratu sebagai petelur unggul sangat dinantikan peternak komersial. Dengan produktivitas tinggi, biaya pakan yang dikeluarkan peternak tertutupi. Terbukti budidaya itik ratu mulai menghasilkan keuntungan setelah berproduksi selama 10 bulan. Padahal, masa produksinya hingga 2 tahun.

Meski secara genetik unggul, peternak harus melakukan pemeliharaan itik ratu dengan baik. Di antaranya, meminimalisir faktor pemicu stres. Itik yang dikandangkan rawan stres jika ada gangguan. Oleh sebab itu, kandang itik sebaiknya dibuat di tempat yang relatif tenang, jauh dari kebisingan. Ini penting karena produktivitas itik yang stres bisa turun antara 10-20 %.

Kondisi akan semakin parah jika itik sudah ‘mapan’ berproduksi. Pada umur produksi 6 bulan ke atas, Produktivitas itik baru bisa pulih 2 bulan kemudian. Namun, jika itik baru belajar bertelur, masa pemulihan bisa lebih cepat, hanya 2-3 hari. Itik yang stres ditandai dengan rontoknya bulu dada dan sayap. Jika bulu sayap rontok semua, itik akan berhenti berproduksi.

Pakan

Selain kondisi tempat, pakan yang berubah-ubah juga bisa memicu stres. Konsentrat buatan pabrik dicampur dedak dan jagung bisa mencukupi kebutuhan energi, protein kasar, dan serat kasar bagi itik.

Namun, jagung yang diberikan ke itik tidak boleh disimpan terlalu lama. ‘Sebab, jamur Aspergillus flavus yang tak kasat mata bisa tumbuh, dan meracuni itik dengan aflatoksinnya,’ ujar Hardi. Tambahkan pakan berupa hijauan seperti kiambang atau azolla yang kaya vitamin dan dapat memekatkan warna kuning telur.

Agar pakan irit, itik sebaiknya tidak dibiarkan membuang terlalu banyak energi. Pembuatan kolam yang luas di kandang merangsang itik untuk bermain dan berenang-renang. Akibatnya, energi dari pakan yang seharusnya disimpan untuk bertelur, justru terbuang percuma. Kolam kecil tetap dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan air minum itik dan membasahi bulu-bulunya saat udara panas.

Bibit

Sayang ketersediaan bibit itik ratu masih terbatas. Ini karena MA-2000 adalah itik hibrida, sehingga telur yang dihasilkan tidak untuk dibibitkan lagi. Pembibitan harus dilakukan dengan menyilangkan parent stock.

Penyedia terbanyak bibit itik ratu di Kalimantan Selatan. Di sana, itik yang rata-rata bobot telurnya 69,7 gram itu dikembangkan oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul Kambing, Domba, dan Itik (BPTU KDI) Pelaihari. Saat ini, BPTU Pelaihari telah memiliki 3.500 induk.

‘Kapasitas produksinya baru sekitar 10.000 DOD (day old duck, red) per bulan dengan harga jual Rp6.000/ekor,’ ujar Suyanto, kepala Seksi Jasa Produksi BPTU Pelaihari. Harga DOD parent stocknya Rp15.000/ekor. Selain di Kalimantan Selatan, itik yang memiliki alis mata mirip alabio dan paruh hitam mirip mojosari itu baru dibibitkan peternak di Kediri dan Blitar.

Post Navigation

%d blogger menyukai ini: